Literasi untuk aset masa depan, kampus Aisyah ajak karyawan belajar perbaiki bacaan Al-Quran

Literasi Al-quran.  Sejak dikeluarkan pengumuman oleh ketua STIKes Aisyah Pringsewu-Lampung tentang kegiatan tahsin karyawan ikhwan, disambut suka cita oleh seluruh karyawan Aisyah, baik dari STIKes maupun dari klinik-klinik Aisyah lainnya. Merasa belum lancar membaca kitab suci Al-Quran pada sebagian karyawan ikhwan menjadi kesempatan dan motivasi tersendiri dalam kegiatan tahsin karyawan. Ini merupakan kegiatan kedua setelah lebih dahulu dilakukan oleh para karyawati Aisyah dan masih konsisten hingga saat ini. Diambilkan tenaga guru pengajar yang profesional dibidangnya, menjadi tambah semangat untuk mengikuti kegiatan tahsin di Aisyah.

Turut ambil bagian pembina yayasan Aisyah dan para pimpinan untuk belajar bersama memperbaiki kualitas bacaan yang mungkin selama ini dirasa memang masih kurang pas dari segi pengucapan dan ilmu tajwidnya. Dengan dimulainya kegiatan tahsin karyawan, harapannya bisa menambah kecintaan kita terhadap Al-Quran yang akan menjadi syafaat kelak. Lain dari pada itu, kegiatan tahsin ini merujuk pada kesadaran akan literasi dasar bidang baca tulis, baik baca tulis secara umum maupun baca tulis dalam hal kitab suci. Jelas sangat besar manfaat yang didapat dengan mengikuti kegiatan ini. Selain untuk diri sendiri, juga bisa ditularkan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Seperti disampaikan pada sebuah hadits, "manusia yang paling baik adalah yang mau mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya. "

Proses screening bacaan terhadap peserta tahsin karyawan

Iqro, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Begitulah ayat pertama kali yang diturunkan Allah kepada kita semua melalui perantara malaikat Jibril. Bahwasanya perintah untuk membaca (Al-Qur'an) sudah ada sejak zaman dahulu sebelum kita sebagai umat Rasulullah Saw. Tidak ada batasan usia untuk selalu menimba ilmu agama sebagai bekal menghadap sang Khaliq Allah azza wajahla. Seperti yang tengah dilakukan oleh jajaran staf dosen dan pimpinan Yayasan Aisyah Lampung dalam pembagian kelompok tahsin. Kali pertamanya untuk seluruh staf dosen dan pimpinan ikhwan belajar bersama membaca dan memahami Al-Qur'an di lingkungan STIKes Aisyah Pringsewu. Menjadi mentor dalam kegiatan tahsin Aisyah dari KPQN (Kafilah Pembelajar Qur'an Nusantara) ustadz Aris Munandar dan Fitriyoko. Dalam mukadimah yang disampaikan, beliau berpesan bahwa bisa membaca Al-Qur'an adalah wajib, sedangkan membaca Al-Qur'an hukumnya bisa sunnah. Sebab jika kita mengaku umat Islam dan mengakui Al-Qur'an sebagai kitab sucinya, namun untuk memegang dan membacanya saja kita tidak pernah, berarti kita hanya menjadi seorang yang mau mengaku dan tidak mau diakui. Oleh karena itu, agar kita bisa senantiasa bersahabat dengan Al-Qur'an, maka kita harus juga berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam kondisi apapun.
 

Dilanjutkan dalam penyampaian perdananya sebelum memulai kegiatan tahsin, ustadz Aris Munandar berpesan kepada semua jamaah "dalam membaca Al-Qur'an baik yang sudah lancar maupun yang masih terbata-bata, kesemuanya itu akan mendapatkan pahala dari Allah SWT", sekalipun belum bisa membaca sama sekali. Niat untuk bisa membaca Al-Qur'an saja sudah berpahala, apalagi sampai membacanya, Masya Allah sungguh maha Pemurah dan maha Bijaksana Allah SWT.

Sebagai motivasi diri dan untuk para jamaah, beliau memberikan semangat kepada semuanya khususnya yang baru akan memulai membaca Al-Qur'an agar nantinya bisa menjadi sahabat ketika kita berpulang dan berharap akan mendapatkan syafaat dari Al-Qur'an. Dijelaskan pula dalam pembagian kelompok tahsin dalam tiga kelompok yang sebelumnya diberikan option, pertama "yang merasa belum bisa membaca Al-Qur'an sama sekali?, kedua yang merasa sudah bisa membaca tapi belum lancar?, dan ketiga yang merasa sudah bisa membaca Al-Qur'an tetapi belum faham letak mad dan hukum tajwid?" Semua diberikan pilihan kepada seluruh jamaah sebelum dilakukan uji baca di hadapan beliau. Dari tiga puluhan peserta yang hadir di majelis, mendapatkan tiga kelompok tahsin yang siap belajar bersama memuliakan Al-Quran. Kelompok pertama terdiri atas lima orang, dalam kelompok ini peserta akan dipandu oleh ustadz Prayitno dengan metode Tsaqifa. Kelompok kedua paling banyak anggotanya, yaitu dua belas orang. Pada kelompok kedua ini peserta sudah bisa membaca Al-Qur'an, namun kendalanya adalah bacaan sering tertukar makhroj huruf, panjang pendeknya, terbata-bata dalam membacanya, akan dipandu oleh ustadz Aris Munandar dengan menggunakan buku Iqro. Yang terakhir kelompok tiga, pada kelompok ini pada dasarnya semua peserta sudah lancar membacanya, namun ada sedikit kekurangan dalam pemahaman ilmu tajwid dan hukum bacaan. Ustadz Aris Munandar akan membimbing hingga lancar dan benar secara rutin pada setiap pekannya.

Sebagai penutup, beliau juga memberikan pesan kepada seluruh jamaah agar tetap istiqomah dalam memuliakan Al-Quran, baik yang sudah lancar bacaannya maupun bagi yang pemula, karena semuanya sama sama mendapatkan pahala dari Allah SWT jika kita Ikhlas menjalaninya. Jadikan pribadi kita pribadi Qurani, cinta Al-Qur'an dan menjadi sahabat dengan Al-Qur'an.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : BERANDA PRINGSEWU | Johny Template | SEWUJOS
Copyright © 2016. MATIC PUSTAKA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger