Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia

Senin, 21 Januari 2019

Taklim rutin hari Senin.

Hampir setiap pagi di awal pekan kampus ungu mengadakan kajian/taklim rutin bagi seluruh pegawai, baik itu pimpinan maupun staf dan dosen. Kajian rutin yang dilakukan oleh kampus ungu bertujuan untuk memupuk rasa keimanan dan meningkatkan ketaqwaan semua karyawan kepada Allah SWT. Hal ini penting, karena selama ini selain dibekali dengan pendidikan dibidang masing-masing, namun perlu dan sangat penting juga dengan berbekal ilmu-ilmu agama. Dihadirkan nara sumber dari beberapa ustadz dengan harapan bisa menambah bekal keimanan semua peserta yang hadir. Materi yang disajikan tentunya pula beragam, mulai dari Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqh, maupun tentang ilmu-ilmu sunnah lainnya. Para peserta diharapkan bisa mengikuti dari awal hingga akhir kegiatan, bahkan diberikan ruang tanya jawab/diskusi bagi peserta berkaitan dengan hal-hal yang belum dipahami agar lebih mantap dan jelas tentunya bagi semua.

Pada kesempatan ini, kajian rutin disampaikan oleh Oleh: Ustadz Malik Al-Faruq, dengan mengambil tema "Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia"

Hadirin kaum muslimin wal muslimat rohimatulullah. Sesungguhnya Allah SWT hanya mau menerima amalan umatNya manakala memenuhi syarat. Adapun syarat diterimanya amalan manusia adalah dari keikhlasan dan ‘itiba dalam mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Allah berfirman dalam Surat Al-Mulk (67) : 2 yang artinya:  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. 
Di situ dijelaskan bahwa yang akan diterima oleh Allah SWT bukan banyaknya amal, akan tetapi baiknya (ikhlas) amal.


Kutipan materi taklim


1. Kebodohan (Jahiliyyah) 

Sesungguhnya ada dosa besar yang tidak diperhatikan atau disepelekan, sehingga membawa kepada siksa di neraka. Yaitu tidak bersih dalam melakukan istinja', kemudian yang kedua adalah melakukan namimah atau adu domba. Kedua hal ini terlihat sepele di kehidupan kita sehari-hari, namun memiliki dampak yang sangat besar jika kita tidak bisa menghindarinya. Oleh sebab iti perlunya kita berdiskusi saling mengingatkan dalam kebaikan inilah yang akan menghindarkan kita semua dari sengatan api neraka.  

2. Lalai

Kita diberikan lebih banyak waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, sudahkah waktu itu kita pergunakan sebaik-baiknya untuk porsi tepat beribadah kepada Allah? Masihkah kurang? Belum cukupkah waktu kita dalam sehari semalam 24 jam kita gunakan untuk beribadah dan melaksanakan hal-hal yang baik. Tentu saja kita masing-masing bisa mengoreksi terhadap kualitas waktu pada diri setiap individu. Selain ibadah fardhu yang menjadi kewajiban setiap muslim, ada beberapa ibadah sunnah muakkadah untuk menambah keimanan kepada Allah SWT, diantara ibadah sunnah yang dimaksud adalah sholat witir dan qiyamullail. Kedua ibadah sunnah ini bisa dijadikan sebagai barometer tingkat keimanan kita kepada Allah, setelah sukses menjalankan ibadah yang fardhu. 

3. Hawa Nafsu 

Sesungguhnya barang siapa bisa menahan hawa nafsunya dari yang bukan haknya, maka ia telah terhindar dari dosa dan maksiat. Al-Mu’minuun dan An-Nisa : 3 

4. Syahwat

Setiap manusia diberikan karunia berupa syahwat, daya ketertarikan terhadap lain jenis merupakan sifat manusiawi dan justeru manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dari penciptaan makhluk di muka bumi ini. Namun kesempurnaan ini bukanlah menjadi jalan menuju kemurkaan Allah, sebaliknya karunia yang diberikan berupa syahwat seharusnya digunakan pada tempat yang tepat sehingga bisa terhindar dari kemaksiatan.

Wallahu 'alam bish showwab


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : BERANDA PRINGSEWU | Johny Template | SEWUJOS
Copyright © 2016. MATIC PUSTAKA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger