NEW Literacy

Perpustakaan mini "RUMAH ISTIMEWA" di tengah Bumi Jejama Secancanan

Perpustakaan mini "Rumah Istimewa" suguhkan beragam koleksi anak-anak.


Matic Pustaka. Sore yang cerah,  selepas sholat ashar saya teringat akan amanah yang dititipkan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung beberapa hari lalu seusai melakukan pembinaan komunitas baca di tempat kami. Amanah yang dititipkan kepada kami yaitu membagikan 4 (empat) judul buku cerita rakyat Lampung hasil dari sayembara penulisan masing-masing judul berjumlah 1 (satu) eksemplar. Sayembara yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa  terbuka untuk umum, dan rutin dilaksanakan setiap tahun. Pemenang dari sayembara ini, karyanya akan dicetak dalam jumlah banyak dan dibagikan secara gratis ke seluruh masyarakat di setiap kabupaten/kota. Salah satunya Kabupaten Pringsewu-Lampung, kebetulan tempat kami dipercaya untuk membagikan ke perpustakaan/taman baca/komunitas baca yang ada kabupaten kami. Data tempat yang akan kami bagikan berjumlah lebih kurang 20 tempat termasuk komunitas kami, Matic Pustaka.

Plang nama Perpustakaan Anak "Rumah Istimewa"

Selain dari tempat kami, tujuan lain adalah perpustakaan anak "Rumah Istimewa". Berada di tengah kota Kabupaten Pringsewu, ada sebuah bangunan kecil di depan halaman rumah salah seorang warga berdiri perpustakaan sekaligus tempat mengaji anak-anak (rumah Tahsin dan Tahfidz). Dikelola secara mandiri dan seorang diri Ibu Sandra Dewi dengan tekun dan telaten membimbing anak-anak belajar ilmu agama selepas pulang sekolah. Awalnya Ibu Sandra adalah seorang guru Bahasa Indonesia di Jakarta, kemudian pindah ke Lampung tepatnya di kabupaten Pringsewu untuk tinggal dan merawat orang tuanya yang sudah berusia lanjut. Di sela kesibukannya mengurus keluarga, beliau membuka tempat istimewa di rumahnya berbagi ilmu kepada masyarakat sekitar. Memanfaatkan sebuah bangunan kecil nan rapi dan sejuk, tersusunlah beberapa eksemplar buku koleksi miliknya.

Ruangan yang nyaman dan rapi di Perpustakaan Rumah Istimewa

Seiring dengan rutinitas yang dilakoninya, ternyata banyak tetangga dan masyarakat yang berhati mulia mendukung apa yang tengah dilakukan oleh Ibu Sandra. Tak jarang tetangganya memberikan buku-buku dan majalah, baik yang baru maupun bekas kepada ibu Sandra sebagai tambahan koleksi perpustakaan mini miliknya, dengan harapan ada banyak anak maupun masyarakat yang memanfaatkan dengan jalan membacanya. Dari teman-teman bu Sandra yang di luar daerah pun tak jarang yang mendonasikan sebagian bukunya khusus untuk perpustakaan mini ini,  bahkan ada buku dari luar negeri juga sampai di perpustakaan bu Sandra.

Saat ini koleksi buku di perpustakaan mini Rumah Istimewa mencapai jumlah berkisar hampir di angka 500 judul, yang terdiri atas koleksi buku anak-anak mencapai hampir 70%. Jumlah ini akan terus bertambah mana kala pemilik perpustakaan mini ini pergi ke luar kota membeli tambahan koleksi untuk perpustakaannya atau mendapatkan kiriman dari teman-temannya.

Jam buka layanan

Dari semakin bertambahnya jumlah koleksi buku, bu Sandra harus menambah tempat untuk buku-bukunya juga. Ia secara swadana saat ini membeli tiga unit rak kayu untuk memajang buku miliknya. Sebuah apresiasi dan prestasi kepada bu Sandra, seorang ibu dengan segala kesibukan masih mau meluangkan waktu berbagi ilmu kepada anak-anak demi masa depan yang lebih baik. Semoga dengan sedikit tambahan buku dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung, bisa bermanfaat untuk anak-anak dan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar. Sebagai informasi bagi bapak/ibu, teman-teman yang berada di sekitaran Rumah Istimewa Pringsewu, silakan untuk mampir hanya sekedar bermain anak-anaknya dan menikmati aneka koleksi buku anak serta buku umum lainnya di Perpustakaan Anak Rumah Istimewa. Buka setiap hari Senin-Kamis dari jam 15.30-17.30 dan hari Ahad jam 10.00-12.00 waktu setempat. Dibuka untuk umum dan gratis. (Amd-MP)

Belajar Origami bersama adik-adik komunitas baca Matic Pustaka


Kakak relawan memberi contoh origami kepada adik-adik

Belajar Origami bersama adik-adik komunitas baca Matic Pustaka Pringsewu

Matic Pustaka. Seperti pada hari Minggu sebelumnya, kami mencoba mendekatkan media “BUKU” kepada anak-anak di lingkungan kami dengan memanfaatkan bangunan bekas mushola yang sudah tidak digunakan lagi oleh warga sekitar, karena sudah didirikan bangunan mushola baru di sebelahnya. Agenda pagi ini kami membaca buku dan menceritakan kepada teman di depannya secara bergantian. Tujuan dari membaca dan menceritakan kembali kepada orang lain adalah mengasah daya ingat anak, yang konon kemampuan anak-anak dalam berpikir masih jernih dan sangat perlu diberi asupan nutrisi otak yang baik-baik.


Selain dari kegiatan membaca dan bercerita, bagi anak-anak yang belum bisa membaca akan secara bergantian dibimbing oleh kakak tingkatnya didampingi kakak relawan untuk belajar membaca dan melihat isi buku bergambar warna-warni. Walaupun sedikit ilmu yang ditularkan oleh mereka yang sudah besar, harapannya akan menjadi tambahan amal ibadah bagi kita semua. Kegiatan bermain dan belajar merupakan agenda rutin mengisi hari libur sekolah anak-anak, dari pada berlari-larian kesana kemari, kami coba arahkan di tempat belajar ini agar mereka bisa tetap bermain dan belajar.

Praktik origami melalui panduan yang ditulis sebelumnya

Pada kesempatan kali ini, anak-anak akan belajar seni melipat kertas ala Jepang atau lebih umumnya kita sebut origami. Seni melipat kertas ala Jepang ini sebenarnya sudah sering diajarkan di sekolah-sekolah tempat mereka masing-masing. Namun, di sini akan kami ajarkan juga kegiatan origami. Mungkin dari anak-anak masih ada yang belum tahu dan belum pernah belajar origami. Melalui petunjuk dari sebuah buku yang kami miliki, kami coba untuk mempraktikkan terlebih dahulu sebelum anak-anak ikut belajar. Mulai dari persiapan bahan sampai langkah-langkah menjadi sebuah bentuk yang akan kita buat. Contoh bentuk/karakter dalam buku origami juga banyak ragamnya, saat ini yang akan kita praktikkan yaitu bentuk burung-burungan. Sepertinya sederhana, iya memang sederhana alias simple. Namun bagi pemula seperti saya, akan menemukan kesulitan saat mengawali melipat kertas warna untuk origami. Kebetulan ada relawan dari komunitas kami yang sudah lumayan lancar memahami origami, jadi kita tinggal mengikuti panduan mereka yang sudah pandai.

Langkah-langkah membuat bentuk burung-burungan dengan media kertas:
  1. Siapkan kertas khusus origami atau kertas bebas;
  2. Bentuklah segitiga sama kaki dengan menyatukan ujung kertas ke arah menyilang;
  3. Ulangi membentuk segitiga sama kaki dengan jalan membagi dua segitiga sama kaki sebelumnya;
  4. Bagi dua lagi segitiga sama kaki seperti langkah sebelumnya, jadi total membentuk segitiga sama kaki sebanyak tiga kali;
  5. Buka lipatan hingga kertas tampak utuh seperti semula;
  6. Tarik ujung kertas berhadapan, sehingga membentuk persegi empat
  7. jb 
  8. mmmn

Dari jumlah peserta yang hadir, kami bagi ke dalam 3 (tiga) kelompok menyesuaikan dengan jumlah kakak-kakak yang akan mengajarkan kepada adik-adik. Ada tiga orang kakak relawan memberikan penjelasan sekilas tentang origami, kemudian mempraktikkan di hadapan adik-adik peserta. Setiap kakak, mengajarkan satu kelompok yang jumlahnya antara enam s.d. tujuh peserta. Mereka memperhatikan kakak yang di depannya dan mencatat setiap langkah pada saat melipat. Catatan mereka nantinya yang akan menjadi panduan membuat bentuk origami dan sekaligus menjadi arsip kegiatan dalam bentuk tulisan.

Dua point sudah terlewati, yang pertama yaitu membaca buku yang ada di koleksi kami sebelum melakukan permainan maupun kegiatan praktik, sementara pada point kedua mereka telah menuliskan langkah-langkah untuk praktik origami. Dari kedua point tersebut, sudah menunjukkan bahwa mereka tanpa disadari telah melakukan kegiatan literasi secara langsung bersama dengan kelompoknya. Tinggal menunggu point selanjutnya yaitu mempraktikkan apa yang sudah mereka tuliskan, apakah bisa membuahkan bentuk karya atau mengalami kendala dari apa yang mereka tulis. (Amd-MP)

Komunitas Pustaka Matic Pringsewu mendapatkan Pembinaan dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung

 
Pembinaan Komunitas Baca Pringsewu


Matic Pustaka.

Kantor  Bahasa  Provinsi  Lampung bina komunitas baca se-Kabupaten Pringsewu.
Dalam kegiatan ini, komunitas baca yang dipilih mewakili Kabupaten Pringsewu adalah perpustakaan Komunitas Matic Pustaka. Kegiatan pembinaan komunitas baca se-Se-Provinsi Lampung, merupakan agenda rutin dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung, dalam tahun 2019 ini sudah dilakukan di 10 (sepuluh) Kabupaten dan 5 (lima) tempat yang berada di kota Bandarlampung. Salah satunya di Kabupaten Pringsewu, tepatnya di Komunitas Matic Pustaka. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar anak-anak atau generasi muda kita dapat mencintai Bahasa dan dapat menggunakan kaidah Bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam lisan maupun tulisan (karya sastra). Lebih lanjut disampaikan kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Dra. Yanti Riswara, M. Hum, “dewasa ini semakin menurunnya kemampuan anak dalam menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan berkomunikasi sehari-hari serta menggunakannya dalam bentuk tulisan, mudah-mudahan ke depan setelah diadakan pembinaan komunitas baca ini mereka (anak-anak) bisa mengaplikasikan sesuai kemampuan dan mengacu pada kaidah yang benar.”


Pembagian kelompok pada saat pembinaan berlangsung

Bekerja sama dengan komunitas perpustakaan Matic Pustaka diharapkan agar penyebaran informasi/materi pembinaan bisa lebih mengena dan fleksibel. Artinya, anak-anak dari komunitas adalah sasaran yang akan diberikan pembinaan dalam hal literasi, karena di waktu yang sama mereka bersekolah dan mendapatkan pelajaran oleh gurunya di sekolah.

Anak anak yang menjadi peserta kegiatan pembinaan ini berjumlah 30 anak, terdiri dari usia kelas 3,4, dan 5 putera dan puteri yang semuanya mendapatkan porsi materi sama. Dengan dipilihnya 30 anak, harapannya bisa menularkan ilmunya kepada teman-temannya yang tidak berkesempatan mengikuti pembinaan. Adapun bentuk dari pembinaan pada Komunitas Baca sendiri lebih difokuskan pada kemampuan untuk membaca dan menulis, menuangkan ide atau gagasan Mereka dibekali kemampuan membaca dan menulis apa yang sudah dibacanya dituangkan ke dalam bentuk tulisan,  dengan harapan bisa berlanjut ke jenjang usia di masa mendatang.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dimulai dari tanggal 25-26 April 2019 cukup membuat anak-anak merasa senang sekaligus menjadi pengalaman baru bagi mereka. Selain dibekali dengan buku baru hasil terbitan Kantor Bahasa yang disayembarakan dan alat tulis untuk praktik selama kegiatan, anak-anak juga diberikan seragam selama mengikuti kegiatan sehingga mereka mendapatkan materi secara fisik maupun non-fisik (ilmu). Ketua Komunitas Matic Pustaka Pringsewu, Aminuddin menyambut dengan senang hati kegiatan Pembinaan yang dilakukan di Komunitasnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia atas semua materi dan ilmu yang diberikan kepada anggota komunitasnya. Semoga menjadikan keberkahan bagi yang memberi, terlebih bagi mereka yang menerima dan mau mengamalkan kepada teman-teman yang lain. (Amd-MP)

Musda IPI Lampung 2019 menetapkan Ketua IPI Lampung periode 2019-2022

Penyerahan tongkat kepemimpinan IPI Lampung

Matic Pustaka. Tongkat kepemimpinan untuk melanjutkan perjuangan di bidang perpustakaan dan kepustakawanan telah dilakukan penyerahan pengurus baru Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Lampung periode 2019-2022. Bersamaan dalam kegiatan Seminar Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung pada hari Senin, 22 April 2019. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua I Pengurus Pusat IPI Bapak Dr. Zulfikar Zen, M. Lib dalam sambutannya mendukung penuh kegiatan IPI yang berada di Lampung, karena sempat mengalami beberapa kevakuman karena ketidakjelasan dalam kepengurusan, sehingga dengan diadakan Musda IPI tahun ini diharapkan bisa menjadi tonggak sejarah perjuangan IPI Lampung dimasa-masa mendatang. Beliau juga memberikan sebuah spirit kepada semua anggota Musda, "bahwasanya untuk mencintai sebuah pekerjaan tidaklah harus memilih dan memilah mana yang akan digeluti, namun selalu disyukuri apapun pekerjaan yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kepada kita, artinya menjadi seorang pustakawan memang tidak harus merasa tidak bisa, akan tetapi ketika sudah menjadi pustakawan maka kita dipaksa harus mau mencintainya dengan sungguh-sungguh."

Di tempat yang sama, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung ibu Ir. Feryana juga menyampaikan, "bahwa pihaknya memberikan fasilitas kepada IPI untuk melakukan kegiatan Musda maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan Perpustakaan dan kepustakawanan." Ini ia lakukan sebagai bukti dan tanggung jawabnya sebagai pembina sebuah organisasi profesi pustakawan (IPI). Beliau menyampaikan juga lebih dari dua kali bahwasanya "sebelumnya sudah diadakan Musda oleh kepengurusan yang lama, namun dianggapnya tidak sah karena tidak melibatkan pihak Pusda Provinsi Lampung sebagai pembina IPI." Maka dari itu dalam kesempatan ini beliau mengajak semua peserta yang hadir untuk melakukan pembenahan organisasi profesi agar legal secara hukum dan administratif.

Kegiatan yang dihadiri dari beberapa perwakilan Kabupaten yang ada di Lampung di antaranya Dinas Perpustakaan Pesawaran, Dinas Perpustakaan Lampung Selatan,
Dinas Perpustakaan Tulang Bawang Barat, Dinas Perpustakaan Tanggamus, Dinas Perpustakaan Pesisir Barat, Dinas Perpustakaan Waykanan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pringsewu, IPI Lampung Utara, IPI Pringsewu, FPPTI Lampung, beberapa SMA Negeri di Bandarampung, dan organisasi profesi ATPUSI Lampung dalam Seminar mengangkat tema "Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat" menjadi agenda pokok dalam kegiatan tersebut.
 
 
Seminar Pemasyarakatan Perpustakaan


Sementara Musda IPI menjadi kegiatan tambahan setelah selesai Seminar Perpustakaan, yang menurut para sebagian peserta adalah Musda IPI-lah yang sebenarnya kegiatan inti. Namun karena ada beberapa hal dan kepentingan, maka kegiatan Musda menjadi kegiatan tambahan. Kegiatan Musda berlangsung sangat singkat, bahkan seperti sudah disusun sebelumnya. Mulai dari pimpinan sidang, kandidat Ketua, serta para peserta sudah dengan mudah menentukan pilihan mereka yang kelak akan menggawangi organisasi profesi pustakawan ini.

Setelah moderator membuka acara sidang terbuka, maka kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung langsung memberikan pengarahan dan sambutannya kepada semua peserta sidang. Dan ditunjuk beberapa orang untuk memimpin sidang, hadir sebagai anggota pimpinan sidang Dr. Diana Amisani, M. Lib, Drs. Sugiyanta, S. Sos, Ibu Koimah, S.H., M.M, mereka adalah yang dipercayai untuk memimpin jalannya Musda IPI 2019. Setelah para pimpinan sidang maju menduduki tempat yang sudah disiapkan dan menunjuk ibu Koimah sebagai ketua Musda kemudian membacakan tata tertib Musda, persyaratan pencalonan Ketua, serta memulai sidang dengan sistem aklamasi.
 
Sebelum terjadi pemilihan secara aklamasi, dari salah satu perwakilan peserta Musda (ibu Kholifatul ketua ATPUSI Lampung) mengajukan pencalonan dari salah seorang pustakawan dari Unila yaitu ibu Rd. Erni Fitriani, S. Sos.,M. Si dan diikuti oleh semua perwakilan dari masing-masing Kabupaten. Kemudian dari perwakilan PD IPI Kabupaten Pringsewu (Aminuddin) mengusulkan calon ketua dari pustakawan Unila juga yaitu bapak Sumarno, S. Sos., M.M yang semula menjabat bendahara PD IPI Provinsi Lampung periode 2013-2016.

Dalam perjalanan Musda tersebut suara terbanyak diperoleh ibu Rd. Erni Fitriani dengan jumlah suara 36, sementara bapak Sumarno hanya mendapatkan 3 suara. Berbanding sangat jauh keduanya. Namun keputusan ada di forum dan menjadi kesepakatan bersama untuk memajukan Perpustakaan di Provinsi Lampung ini.

 Amd - MP

Hari Kartini bersama anak-anak di Komunitas Baca

Matic Pustaka. Selamat hari Kartini, 21 April 2019.

Minggu pagi di bangunan bekas mushola Al-Ikhlas Dusun Karang Kembang RT RW 05/03 Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu-Lampung dimulai dari pukul 08:00 s.d 10:30 bersama anak-anak lingkungan sekitar yang kesehariannya bermain dan mengaji, untuk kali kedua mereka saya ajak berkumpul dan melakukan aktivitas literasi. 

 
Kegiatan mewarnai bersama e-comic HGS


Bersama anak-anak warga sekitar, kami mengadakan kegiatan mewarnai bersama dengan tema "Susi Sang Bendahara Kelas". Merupakan konsep e-comic yang berasal dari sebuah komunitas literasi nirlaba daerah Pekanbaru Riau yaitu HGS (Hidden Gems Story) dalam upaya menumbuhkan kegemaran belajar anak-anak dengan menerapkan konsep sayembara mewarnai. Dengan melakukan kerja sama jarak jauh bersama HGS, akhirnya kami sepakati untuk menjadi panitia lokal dan menerapkannya di daerah kami, Pringsewu-Lampung. Semua berawal dari sukarela dan rasa kepedulian terhadap generasi penerus perjuangan bangsa, tanpa ada imbalan sedikitpun diniatkan sebagai kegiatan sosial kepada masyarakat.

Konsep yang diterapkan oleh HGS adalah sayembara, dan hadiahnya adalah karya terbaik akan dimuat menjadi antologi e-comic di kemudian hari akan dicetak untuk bahan bacaan anak-anak di seluruh penjuru negeri. Namun berbeda dengan komunitas kami, walaupun nanti akan ada yang menjadi juara di pihak HGS, kami sebagai pengelola komunitas akan tetap memberikan reward kepada anak-anak yang karyanya menurut kami masuk sebagai nominasi terbaik di lingkungan kami. Reward berupa buku tulis dan alat untuk menggambar sederhana serta piagam penghargaan yang sudah kami siapkan bersama tim relawan lainnya.

Sebelum memulai kegiatan mewarnai bersama, terlebih dahulu mereka berkumpul untuk berdoa sebelum beraktivitas, agar kelak mereka terbiasa dengan hal-hal positif. Kemudian setelah semuanya sudah siap dengan alat mewarnainya, gelaran buku seperti biasanya kami suguhkan kepada anak-anak sebagai salah satu syarat untuk mengawali kegiatan pagi itu dan untuk kegiatan-kegiatan mendatang. 

Sebelum mewarnai, anak-anak membaca buku bersama

Harapannya dengan menarik minat anak-anak melalui kegiatan mewarnai bersama, hal ini bisa menjadi perantara /sarana bermain hingga belajar terhadap anak kedepannya. Diawali pada pagi ini, Minggu 21 April 2019 yang akan berlanjut ke hari Minggu berikutnya di jam dan tempat yang sama. Sambil belajar dan bermain, anak-anak diharapkan senang dan terbiasa melakukan kegiatan serupa dimanapun mereka berada. Amd-MP

Warung dan Apotek hidup di pekarangan rumahku.

Matic Pustaka.  Warung hidup di pekarangan rumahku. 


Sebagian tanaman sayur dengan media pollybag


Banyak sebagian orang memilih untuk pergi berbelanja ke pasar atau warung memenuhi kebutuhan dapurnya, terlebih kalau melihat isi dapur belum ada sajian makanan. Kebutuhan makanan dalam sehari semalam setiap keluarga sangatlah berbeda-beda, mulai dari  kebutuhan asupan gizi standar hingga mengikuti gaya dan pola hidup masyarakat. Jika kita makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan pola hidup sehat, tentunya harus menyesuaikan dengan pola makan (diet) sehat bagi tubuh. Namun sebaliknya, jika kita hanya mengikuti gaya hidup yang beredar di masyarakat semisal keinginan berlebih hanya untuk mencoba menu masakan baru, yang nilai gizinya belum tentu bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh, lebih baik itu dihindari saja. Karena selain tidak baik bagi kesehatan, tentunya akan berdampak buruk juga bagi sisi ekonomisnya.

Nah, berikut ada sebuah kisah kecil yang berasal dari salah satu keluarga dengan menerapkan pola hidup sederhana memanfaatkan ruang di lingkungannya membuat warwarung hidup. Sesuai dengan namanya, warung hidup merupakan tempat di mana berisi berbagai jenis tanaman yang biasa dijual di warung.  Layaknya seperti warung pada umumnya yaitu menjual beraneka macam kebutuhan manusia, khusunya kebutuhan pokok.
Di sini kebih khusus isi dari pada warung hidup itu sendiri adalah macam-macam tanaman sayuran, bumbu dapur, dan buah-buahan. Untuk menunjang kebutuhan hidup keluarga dalam hal makanan sehari-hari, sayuran sangat penting bagi kelangsungan nutrisi tubuh. Ada banyak kandungan gizi dalam setiap jenis sayuran.

Bayam


Bayam jenis gajah
Tanaman bayam sangat mudah dibudidayakan hampir di semua jenis tanah. Baik di dataran rendah, terlebih di dataran tinggi atau pegunungan. Bahkan di pekarangan sempit sekalipun atau menggunakan media polibag, bayam sangat bisa untuk ditanam. Cara menanamnya pun sangat mudah untuk dipraktikkan oleh semua kalangan, karena hanya menabur bijinya yang lembut ke atas tanah lembab atau papan semaian. Namun biji yang akan disemai haruslah sudah benar-benar kering dan cukup umur. Jika biji masih basah dan muda, maka akan terjadi penghambatan masa tumbuh, bahkan bisa jadi biji tidak mau tumbuh.

Dewasa ini sudah banyak yang membudidayakan tanaman bayam di pekarangan rumah. Karena teknik budidaya yang dirasa simple, dan sangat membantu ketika kita inginkan sayuran segar hasil dari proses tanam sendiri, bayam juga tergolong tanaman tahan lama. Artinya, dalam beberapa tahun masih bisa bertahan hidup asalkan telaten dalam menyirami. Bayam jenis ini biasa orang di daerah kami menyebutnya bayam gajah. Mungkin karena bentuk batangnya yang bisa membesar seperti pohon kayu, sehingga disebutlah jenis bayam gajah. Untuk bayam jenis ini, jika kita petik dengan cara dipotong bagian ujungnya, maka akan tumbuh tunas baru yang dikemudian hari bisa kita petik lagi, begitu seterusnya sampai berusia lama.

Selain jenis bayam gajah, ada juga bayam dengan istilah bayam jabut (cabut:red). Dinamakan bayam jabut karena sesuai dengan cara petik/panen yaitu dengan jalan dijabut/dicabut. Untuk memudahkan dalam menyebutnya, maka istilah diambil dari cara memetiknya. Dari kedua jenis bayam di atas, ada lagi jenis bayam merah. Yang informasinya jenis bayam ini memiliki nilai gizi lebih baik/tinggi dibandingkan dengan kedua jenis bayam sebelumnya. Walaupun sama-sama tanaman bayam, ternyata memiliki perbedaan kandungan nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. (Cari data tentang kandungan nilai gizi).

Bayam sangat mudah diolah untuk dikonsumsi semua orang. Secara sederhananya, petik daun bayam atau pupus bayam bagian ujung kemudian dicuci dengan air bersih, diutamakan air mengalir selanjutnya rebus dalam waktu antara 5-10 menitan bayam yang sudah dicuci bersih tadi, sambil dibolak-balik sebentar ambil beberapa potong untuk dicoba apakah sudah lunak atau masih keras dan angkat lalu tiriskan. Akan lebih baik jika setelah diangkat kemudian direndam dalam air bersih, tujuannya agar terjaga dari mblotong. Bayam sudah bisa dinikmati sebagai kuluban/cowelan sambal terasi maupun sambal lainnya sesuai selera kita. Sangat mudah dan sederhana bukan??

 
Support : BERANDA PRINGSEWU | Johny Template | SEWUJOS
Copyright © 2016. MATIC PUSTAKA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger