NEW Literacy

Memanfaatkan Styrofoam bekas untuk sebuah plang nama

Matic Pustaka. Pernahkah Anda berpikir menjadikan Styrofoam bekas bernilai guna? Jawabannya bisa ya atau tidak, tergantung pada tangan siapa benda itu berada. Pada sebagian orang, barang bekas seperti Styrofoam mungkin setelah dimanfaatkan sebagaimana umumnya akan dibawa ke tempat sampah untuk dimusnahkan/dibakar. Karena dirasa sudah tidak bisa digunakan untuk sebuah kebutuhan. Namun, sesungguhnya masih ada manfaat dari sebuah barang bekas seperti Styrofoam. 



Seperti yang tengah dilakukan oleh salah seorang pengelola perpustakaan, disela kesibukannya mengurus perpustakaan ada kalanya memanfaatkan waktu istirahat dengan membentuk ukiran huruf-huruf menjadi sebuah kata/lambang pada sebuah Styrofoam bekas. Kebiasaan ini belum lama dijalani, idenya pun muncul sesaat ketika melihat tulisan timbul dari bahan kayu di seluruh pertunjukan pasar malam biasanya ada jasa pembentukan nama orang dari cuilan papan yang dibentuk huruf-huruf lepas dan sambung. Dari situlah muncul ide untuk mencoba ditulis pada sebuah Styrofoam dan tentunya lebih lunak dan ringan dibanding dengan kayu/papan. Ada kelebihan dan kelemahan dalam proses pengerjaannya terutama dari peralatan yang digunakan. Sebagai pemula dalam mengukir di media Styrofoam, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini.
1. Perlu kehati-hatian pada saat menusukkan dan mengiris Styrofoam, jika dilakukan dengan asal-asalan sudah bisa  dipastikan hasilnya pun akan kurang  bagus,

2. Peralatan harus benar-benar tajam, ini penting karena jika pisau ukir tidak tajam maksimal maka akan menimbulkan goresan tidak rata mbradul (tidak beraturan Red),

3. Selalu jaga konsentrasi pada objek yang dihadapi, jangan sekali-kali teledor melakukan pengukiran tanpa memperhatikan mal/konsep awal, karen akan berdampak pada bentuk ukiran dan jika sudah telanjur terpotong atau teriris susah untuk disambung lagi.

Plang nama sebuah toko buku di Bandung


Yang bisa digambar ataupun dituliskan dengan media Styrofoam sebenarnya banyak, seperti papan nama sebuah tempat, toko, ruangan bahkan karangan bunga papan pun bisa dikreasikan dengan Styrofoam. Hanya saja pada kebanyakan orang kurang memanfaatkannya, pada sebagian orang lebih memilih media lain untuk yang digunakan. Mungkin karena terlalu rumit dan berkesan ringkih, sehingga jarang dijadikan alternatif sebagai bentuk seni.

Teras Baca Matic Pustaka

BERAWAL DARI ISENG DI RUMAH, MENDATANGKAN RUPIAH.

Sandal ukir Leksus_C21 Art

Matic Pustaka. Teringat pepatah lawas orangtua kita dahulu, "sopo wonge sing gelem telaten, bakalan nemoni panen." Begitulah lebih kurang kalimat yang bisa digambarkan pada salah seorang kawan dalam kesehariannya menekuni seni ukir bermedia sandal karet. Ia menghabiskan waktu luangnya selepas menjalani aktivitas sehari-hari di tempat kerjanya dengan menangkap peluang bisnis rumahan serta mencurahkan kemampuan jiwa seninya pada puluhan pasang sandal jepit digambar yang kemudian diukir sesuai dengan objek pilihan pelanggannya. Selain dilakoni sebagai sebuah hobby, ia juga menikmati kegiatan tersebut sebagai alternatif tambahan uang saku jajan putrinya. 

Awalnya hanya sebatas iseng, karena memang jiwa seni sudah mengalir sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Sambil bercengkerama bersama kedua anaknya, ia sempatkan mempromosikan hasil karyanya kepada khalayak umum melalui gawai yang dimilikinya, dengan harapan ada banyak di luaran sana yang berminat memesan produk yang digarapnya. Bapak dua orang anak ini selalu menyelesaikan pesanan sandal ukir dari para pemesan di waktu malam hari, selain anaknya sudah lebih dulu beristirahat, waktu malamlah yang tepat untuk berkarya dan munculnya ide-ide bagus. Walaupun tak jarang ia kerap kali mengerjakan di hari libur kerjanya. Ia lebih memilih menghabiskan waktu liburnya di rumah bersama keluarga daripada berlibur ke tempat-tempat wisata.

Dalam mengerjakan karyanya, peralatan yang digunakan pun masih terbilang sederhana. Hanya dengan menggunakan pisau cutter berbagai ukuran sebagai pengikis lapisan sandal, pinset untuk mengambil potongan-potongan daging sandal, serta pena/alat tulis untuk membuat desain gambar, ia sudah bisa membentuk sebuah objek. Peralatan yang sangat sederhana dan mudah didapatkan di pasaran. Hingga saat ini, produk sandal ukir yang dihasilkan lebih kurang sudah mencapai angka seratus. Sebuah angka yang cukup besar, karena sebuah kegiatan iseng yang memiliki nilai jual bagus. Untuk ke depannya sudah dilakukan study kelayakan pasar bahwa produk ini sangat menjanjikan jika ditekuni secara intensif. Baik dari pengembangan ide-ide maupun dari segi optimalisasi waktu. Ia pun sudah memiliki brand sendiri yang didapat dari komunitasnya. Ternyata para perajin sandal ukir sudah banyak di daerah-daerah seluruh nusantara, khususnya di pulau Jawa. Ini terbukti dengan adanya komunitas perajin sandal ukir.

Pesanan sandal ukir siap antar ke pemesan

Bagi para pecinta seni, bisa mencoba produk ukirannya sekalipun tidak untuk dipakai di kaki. Karena selain sandal ukir sebagai penanda kepemilikan empunya, ternyata sandal ukir juga bisa dipakai sebagai souvenir maupun hiasan dinding dengan objek beraneka macam. Seperti belum lama ini ia membuat sebuah ukiran dari sandal bergambar sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan. Wah, ini akan semakin menambah peluang bisnis rumahannya. Sebagai informasi awal, jika berminat memesan bisa menghubungi nomor kontak yang tertera di label produknya; WA. 081278317599 atau dengan melihat sampel produk yang selalu diunggah di sosial media miliknya di akun Facebook Leksus Abdullah, Instagram Leksus C21_Art. (Amd/MP)

Ide bisa muncul kapan saja

Tampilan blog maticpustaka.web.id

Matic Pustaka. Kembali lagi ide itu muncul ketika ada seseorang yang dengan terang-terangan menawarkan diri untuk ikut serta mendedikasikan diri di kegiatan sosial. Berawal dari melihat sebuah blog amatiran, kemudian memberikan komentar dan masukan-masukan untuk kemajuan peradaban melalui perpustakaan dan literasi. Egidius namanya, dia seorang karyawan swasta bagian kebersihan. Sedikit memiliki jiwa seni namun kurang disalurkan, sehingga hanya sebatas tumpukan ide-ide terbaik yang dimilikinya. Kebetulan sekali ketika berhadapan dengan sebuah PC memantengi blog amatiran, memberikan masukan mengenai desain dan konsep isi blog berikut dengan pengelolaan tata ruang sebuah perpustakaan. Ada sebuah ruangan sebagai tempat menyimpan barang-barang yang tidak aktif digunakan, hanya sesekali barang-barang itu dipakai. Gudang barang berada di depan ruang tamu rumah utama. Dulunya gudang itu difungsikan sebagai warung kelontongan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari para warga sekitar, namun karena pesatnya perkembangan zaman dan arus mobilisasi membuat persaingan semakin ketat, di mana dengan pemanfaatan teknologi canggih belanja semakin mudah dan praktis.  

Dikatakan juga untuk menata sebuah ruangan menjadi bentuk dan fungsi apapun yang diinginkan, tanpa harus memindahkan peralatan/barang yang ada di dalamnya itu adalah perkara mudah, yang terpenting adalah  action. Barang-barang yang sudah ada bisa didesain menjadi media tambahan untuk mempercantik ruangan tanpa menghilangkan fungsi barang tersebut. Misalnya saja panci, tanpa harus dibawa ke dapur tetap bisa digantung di tembok dengan ditempeli beberapa artikel/tips-tips ringan dengan bahasa dan tulisan yang menarik. Perlu dicoba ide bagusnya. Selain membahas tentang penataan ruang, sempat juga membicarakan kegiatan yang bakalan diisi ketika sudah ada perpustakaannya, mengajarkan keterampilan kepada adik-adik memanfaatkan barang bekas/limbah bisa menjadi pengisi kegiatan di perpustakaan yang hendak ditata. Termasuk menempelkan segala jenis kardus bekas ditempelkan di dinding ruangan akan menjadi pemandangan interior sebuah perpustakaan.

Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia

Senin, 21 Januari 2019

Taklim rutin hari Senin.

Hampir setiap pagi di awal pekan kampus ungu mengadakan kajian/taklim rutin bagi seluruh pegawai, baik itu pimpinan maupun staf dan dosen. Kajian rutin yang dilakukan oleh kampus ungu bertujuan untuk memupuk rasa keimanan dan meningkatkan ketaqwaan semua karyawan kepada Allah SWT. Hal ini penting, karena selama ini selain dibekali dengan pendidikan dibidang masing-masing, namun perlu dan sangat penting juga dengan berbekal ilmu-ilmu agama. Dihadirkan nara sumber dari beberapa ustadz dengan harapan bisa menambah bekal keimanan semua peserta yang hadir. Materi yang disajikan tentunya pula beragam, mulai dari Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqh, maupun tentang ilmu-ilmu sunnah lainnya. Para peserta diharapkan bisa mengikuti dari awal hingga akhir kegiatan, bahkan diberikan ruang tanya jawab/diskusi bagi peserta berkaitan dengan hal-hal yang belum dipahami agar lebih mantap dan jelas tentunya bagi semua.

Pada kesempatan ini, kajian rutin disampaikan oleh Oleh: Ustadz Malik Al-Faruq, dengan mengambil tema "Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia"

Hadirin kaum muslimin wal muslimat rohimatulullah. Sesungguhnya Allah SWT hanya mau menerima amalan umatNya manakala memenuhi syarat. Adapun syarat diterimanya amalan manusia adalah dari keikhlasan dan ‘itiba dalam mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Allah berfirman dalam Surat Al-Mulk (67) : 2 yang artinya:  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. 
Di situ dijelaskan bahwa yang akan diterima oleh Allah SWT bukan banyaknya amal, akan tetapi baiknya (ikhlas) amal.


Kutipan materi taklim


1. Kebodohan (Jahiliyyah) 

Sesungguhnya ada dosa besar yang tidak diperhatikan atau disepelekan, sehingga membawa kepada siksa di neraka. Yaitu tidak bersih dalam melakukan istinja', kemudian yang kedua adalah melakukan namimah atau adu domba. Kedua hal ini terlihat sepele di kehidupan kita sehari-hari, namun memiliki dampak yang sangat besar jika kita tidak bisa menghindarinya. Oleh sebab iti perlunya kita berdiskusi saling mengingatkan dalam kebaikan inilah yang akan menghindarkan kita semua dari sengatan api neraka.  

2. Lalai

Kita diberikan lebih banyak waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, sudahkah waktu itu kita pergunakan sebaik-baiknya untuk porsi tepat beribadah kepada Allah? Masihkah kurang? Belum cukupkah waktu kita dalam sehari semalam 24 jam kita gunakan untuk beribadah dan melaksanakan hal-hal yang baik. Tentu saja kita masing-masing bisa mengoreksi terhadap kualitas waktu pada diri setiap individu. Selain ibadah fardhu yang menjadi kewajiban setiap muslim, ada beberapa ibadah sunnah muakkadah untuk menambah keimanan kepada Allah SWT, diantara ibadah sunnah yang dimaksud adalah sholat witir dan qiyamullail. Kedua ibadah sunnah ini bisa dijadikan sebagai barometer tingkat keimanan kita kepada Allah, setelah sukses menjalankan ibadah yang fardhu. 

3. Hawa Nafsu 

Sesungguhnya barang siapa bisa menahan hawa nafsunya dari yang bukan haknya, maka ia telah terhindar dari dosa dan maksiat. Al-Mu’minuun dan An-Nisa : 3 

4. Syahwat

Setiap manusia diberikan karunia berupa syahwat, daya ketertarikan terhadap lain jenis merupakan sifat manusiawi dan justeru manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dari penciptaan makhluk di muka bumi ini. Namun kesempurnaan ini bukanlah menjadi jalan menuju kemurkaan Allah, sebaliknya karunia yang diberikan berupa syahwat seharusnya digunakan pada tempat yang tepat sehingga bisa terhindar dari kemaksiatan.

Wallahu 'alam bish showwab


 
Support : KANG ERMAN | Johny Template | SIGER POS
Copyright © 2016. MATIC PUSTAKA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger