NEW Literacy

Warung dan Apotek hidup di pekarangan rumahku.

Matic Pustaka.  Warung hidup di pekarangan rumahku. 


Sebagian tanaman sayur dengan media pollybag


Banyak sebagian orang memilih untuk pergi berbelanja ke pasar atau warung memenuhi kebutuhan dapurnya, terlebih kalau melihat isi dapur belum ada sajian makanan. Kebutuhan makanan dalam sehari semalam setiap keluarga sangatlah berbeda-beda, mulai dari  kebutuhan asupan gizi standar hingga mengikuti gaya dan pola hidup masyarakat. Jika kita makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan pola hidup sehat, tentunya harus menyesuaikan dengan pola makan (diet) sehat bagi tubuh. Namun sebaliknya, jika kita hanya mengikuti gaya hidup yang beredar di masyarakat semisal keinginan berlebih hanya untuk mencoba menu masakan baru, yang nilai gizinya belum tentu bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh, lebih baik itu dihindari saja. Karena selain tidak baik bagi kesehatan, tentunya akan berdampak buruk juga bagi sisi ekonomisnya.

Nah, berikut ada sebuah kisah kecil yang berasal dari salah satu keluarga dengan menerapkan pola hidup sederhana memanfaatkan ruang di lingkungannya membuat warwarung hidup. Sesuai dengan namanya, warung hidup merupakan tempat di mana berisi berbagai jenis tanaman yang biasa dijual di warung.  Layaknya seperti warung pada umumnya yaitu menjual beraneka macam kebutuhan manusia, khusunya kebutuhan pokok.
Di sini kebih khusus isi dari pada warung hidup itu sendiri adalah macam-macam tanaman sayuran, bumbu dapur, dan buah-buahan. Untuk menunjang kebutuhan hidup keluarga dalam hal makanan sehari-hari, sayuran sangat penting bagi kelangsungan nutrisi tubuh. Ada banyak kandungan gizi dalam setiap jenis sayuran.

Bayam


Bayam jenis gajah
Tanaman bayam sangat mudah dibudidayakan hampir di semua jenis tanah. Baik di dataran rendah, terlebih di dataran tinggi atau pegunungan. Bahkan di pekarangan sempit sekalipun atau menggunakan media polibag, bayam sangat bisa untuk ditanam. Cara menanamnya pun sangat mudah untuk dipraktikkan oleh semua kalangan, karena hanya menabur bijinya yang lembut ke atas tanah lembab atau papan semaian. Namun biji yang akan disemai haruslah sudah benar-benar kering dan cukup umur. Jika biji masih basah dan muda, maka akan terjadi penghambatan masa tumbuh, bahkan bisa jadi biji tidak mau tumbuh.

Dewasa ini sudah banyak yang membudidayakan tanaman bayam di pekarangan rumah. Karena teknik budidaya yang dirasa simple, dan sangat membantu ketika kita inginkan sayuran segar hasil dari proses tanam sendiri, bayam juga tergolong tanaman tahan lama. Artinya, dalam beberapa tahun masih bisa bertahan hidup asalkan telaten dalam menyirami. Bayam jenis ini biasa orang di daerah kami menyebutnya bayam gajah. Mungkin karena bentuk batangnya yang bisa membesar seperti pohon kayu, sehingga disebutlah jenis bayam gajah. Untuk bayam jenis ini, jika kita petik dengan cara dipotong bagian ujungnya, maka akan tumbuh tunas baru yang dikemudian hari bisa kita petik lagi, begitu seterusnya sampai berusia lama.

Selain jenis bayam gajah, ada juga bayam dengan istilah bayam jabut (cabut:red). Dinamakan bayam jabut karena sesuai dengan cara petik/panen yaitu dengan jalan dijabut/dicabut. Untuk memudahkan dalam menyebutnya, maka istilah diambil dari cara memetiknya. Dari kedua jenis bayam di atas, ada lagi jenis bayam merah. Yang informasinya jenis bayam ini memiliki nilai gizi lebih baik/tinggi dibandingkan dengan kedua jenis bayam sebelumnya. Walaupun sama-sama tanaman bayam, ternyata memiliki perbedaan kandungan nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. (Cari data tentang kandungan nilai gizi).

Bayam sangat mudah diolah untuk dikonsumsi semua orang. Secara sederhananya, petik daun bayam atau pupus bayam bagian ujung kemudian dicuci dengan air bersih, diutamakan air mengalir selanjutnya rebus dalam waktu antara 5-10 menitan bayam yang sudah dicuci bersih tadi, sambil dibolak-balik sebentar ambil beberapa potong untuk dicoba apakah sudah lunak atau masih keras dan angkat lalu tiriskan. Akan lebih baik jika setelah diangkat kemudian direndam dalam air bersih, tujuannya agar terjaga dari mblotong. Bayam sudah bisa dinikmati sebagai kuluban/cowelan sambal terasi maupun sambal lainnya sesuai selera kita. Sangat mudah dan sederhana bukan??

Dursila: Di balik kesucian wanita teladan

Dursila: Di balik kesucian wanita teladan


Matic Pustaka. Start jam 20:00 disambi ngipasi anak wedok sampe tertidur dan memindahkan ke kamar terus membaca novel Dursila di ruang tamu. Lanjut ke kamar sampe jam 00:15. Hersa, Sarah, Alin, Kayla, Melina, pak Saya, pak Han, Mbah Kakung, Mbah Uti, mas Tono adalah semua pemeran dalam cerita Dursila. 


Dursila: di balik kesucian wanita teladan

Satu lagi koleksi novel terbaru karya seorang teman dari Wonogiri selesai kulahap dalam waktu semalam. Yang biasanya untuk menyelami bacaan mungkin satu atau dua lembar saja sudah enggan melanjutkan, namun karena yang satu ini buku spesial langsung dari penulisnya dan kebetulan mengalami beberapa proses untuk sampai ke tangan ini mulai dari pemesanan hingga pendistribusian pun sempat terselip diantara tumpukan buku dan barang barang lainnya. Yah maklum saja, pas buku sampai di alamat kami, bertepatan dengan waktu pindahan gedung perpustakaan. Dan bukan saya yang menerima dari pak satpam, tetapi teman sekerja saya. Jadi sempat nyelip dan lama ketemunya. Kami komunikasi dengan kawan penulis bahkan sempat juga mendatangi kantor jasa pengiriman, ternyata memang sudah tiba jauh hari sebelumnya. Cek sana sini konfirmasi ke teman dan pak satpam, memang benar kiriman buku itu sudah diterima dan belum konfirmasi ke saya. Ditunggu dua hari dari waktu konfirmasi ke kantor jasa pengiriman JNE, jika belum ketemu akan dikirim ulang oleh kawan penulis, dan gratis. Wah baik bangat kawan penulis saya satu ini. Hari berikutnya saya komunikasikan dengan teman sekerja yang menerima kiriman paket, kabar baik masih saya terima alhamdulilah kalau rezeki tidak kemana. Penjelasan dari teman memang dulu (sebelum pindahan) ada paket masuk, tapi karena semua sibuk jadi belum sempat mengabari, paketan disimpan rapi di lemari skripsi. Pagi harinya langsung saya datangi lemari skripsi yang dimaksud, dan masih terbungkus utuh paketan buku. Langsung saya poto untuk mengabari ke kawan penulis di Wonogiri.

Kiriman dari seorang penulis/sastrawan

Dua judul buku karyanya sudah di tangan saya, satu judul antologi puisi, dan satu lagi sebuah novel dewasa berjudul Dursila. Dari judulnya saja saya tidak maksud dan tidak menanyakan ke penulisnya, tapi melihat covernya saya merasa tertarik untuk membacanya. Sebuah novel dewasa dengan jumlah halaman 250, ditulis oleh seorang sahabat peserta pelatihan instruktur literasi nasional dari Wonogiri. Setelah paragraph demi paragraph, lembar demi lembar bahkan bab demi bab dibuka dan dibaca membawaku seolah-olah sedang di daerahnya.

Mengisahkan seorang wanita ASN/PNS yang mengabdikan dirinya ke sebuah lembaga pembinaan mental dan spiritual tempat orang-orang bermasalah, yaitu di LP kelas IIB memiliki keinginan menuliskan sebuah karya dari pengalamannya sehari-hari sebagai panutan/teladan bagi warga binaannya. Meminta bantuan untuk diajari kegiatan tulis-menulis oleh seorang aktifis/seorang sastrawan di daerah tersebut. Hersa adalah seorang pegiat literasi yang berkecimpung di dunia sastra dan membina beberapa komunitas, termasuk juga warga binaannya di sebuah LP. Awal perkenalannya dengan Sarah (seorang ASN/PNS) di sebuah grup WA para Pembina warga. Dilanjutkan dengan pertemuannya di sebuah warung bakso pak Solan, yang sudah bertahun-tahun berjualan bakso dan menjadi langganan Hersa dan keluarga. Pembicaraan singkat mereka berdua berlanjut dengan chat via smartphone. Chatting mereka berdua hampir setiap saat berlangsung, bahkan sampai keluarganya pun di nomor duakan. Hari demi hari pun mereka lalui dengan alas an berkegiatan untuk membina warga yang orang lain ketahui adalah memang benar pekerjaannya. Akan tetapi tidak dalam kenyataannya mereka hanya menuruti nafsu keduanya.


Permainan edukatif seni lukis pada media Styrofoam



Melatih jiwa seni anak dengan permainan edukatif

Matic Pustaka. Di tengah hiruk-pikuk gemerlapnya suasana opening ceremony dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Pringsewu-Lampung yang menginjak usia satu dasawarsa, kami menyempatkan untuk turut serta mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menjadi pengunjung. Sore itu persiapan dari masing-masing stand pameran, termasuk stand untuk tiap satker (satuan kerja) sebagian sudah siap untuk dikunjungi, ada sebagian lagi masih dalam tahap penyelesaian bahkan ada yang masih berantakan. Terlihat dari kesiapan masing-masing tim pelaksana yang kurang kompak. Namun demikian, mereka tetap konsekuen menyelesaikannya hingga waktu pembukaan dimulai, yakni pukul 21.00. Para pengunjung mulai berdatangan hingga pada saat dibukanya acara masih berjubel kendaraan keluar masuk area parkir. Pedagang kaki lima hingga pedagang kantoran ramai menggelar lapak dagangannya di event itu. Dalam keliling kami, ada salah satu stand di luar area satker dinas, stand dari perorangan yang menyelenggarakan wahana edukasi berupa Styrofoam yang dijadikan media mewarnai/melukis kelas anak-anak dengan menggunakan cat air. Banyak karakter yang ditawarkan sebagai pilihan anak-anak usia pra sekolah, TK, hingga SD kelas rendah. Diantara gambar karakter tersebut, ada; Hello Kitty, Dora Emon, Barbie, Tayo, Power Rangers, binatang dan pemandangan alam.

 
Hasil melukis Aliya, dipajang di kamarnya

Hanya dengan mengeluarkan kocek Rp 15.000 adik-adik kita sudah bisa mencoba mengekspresikan emosionalnya melalui kegiatan lukis pada media Styrofoam. Bukan pada hasil semata yang didapat, akan tetapi proseslah yang akan selalu diingat oleh anak-anak kita. Bahwasanya moment seperti ini akan membekas dan menjadi pengalaman baru bagi anak-anak usia prasekolah. Walaupun mungkin untuk usia sekolah, sudah sering mengikuti perlombaan mewarnai dan menggambar di sekolah mereka, namun untuk usia prasekolah bisa jadi ini merupakan pengalaman pertama yang akan selalu diingatnya. Jadi kegiatan positif seperti ini hendaknya selalu didukung oleh para orang tua dan pendidik agar anak-anak kita ke depan dapat mengeksplore kemampuan diri yang salah satunya dengan kegiatan seni lukis. 

Selain bisa dijadikan wahana hiburan, tempat ini juga bisa menjadi sarana orang tua untuk melakukan pendidikan anak semisal memperkenalkan nama-nama warna dasar, menjelaskan bentuk dan karakter objek yang dipilih anak, melatih kesabaran si anak dalam menggoreskan kuas pada media lukis, dan sarana komunikasi intens bersama anak pada saat mengarahkan anak menuangkan cat. Pendidikan literasi usia dini pada anak sangat berpengaruh pada kegiatan literasi lanjutan, karena sejatinya pendidikan diawali dari keluarga yang kemudian dilanjutkan pada lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dan orang tualah sebagai guru permanen terhadap kelangsungan pendidikan pada anak-anaknya. Sebagus dan semewah apapun sekolahan di luar keluarga, akan lebih penting pembelajaran di rumah/lingkungan keluarga.
Amd-MP

Memanfaatkan Styrofoam bekas untuk sebuah plang nama

Matic Pustaka. Pernahkah Anda berpikir menjadikan Styrofoam bekas bernilai guna? Jawabannya bisa ya atau tidak, tergantung pada tangan siapa benda itu berada. Pada sebagian orang, barang bekas seperti Styrofoam mungkin setelah dimanfaatkan sebagaimana umumnya akan dibawa ke tempat sampah untuk dimusnahkan/dibakar. Karena dirasa sudah tidak bisa digunakan untuk sebuah kebutuhan. Namun, sesungguhnya masih ada manfaat dari sebuah barang bekas seperti Styrofoam. 



Seperti yang tengah dilakukan oleh salah seorang pengelola perpustakaan, disela kesibukannya mengurus perpustakaan ada kalanya memanfaatkan waktu istirahat dengan membentuk ukiran huruf-huruf menjadi sebuah kata/lambang pada sebuah Styrofoam bekas. Kebiasaan ini belum lama dijalani, idenya pun muncul sesaat ketika melihat tulisan timbul dari bahan kayu di seluruh pertunjukan pasar malam biasanya ada jasa pembentukan nama orang dari cuilan papan yang dibentuk huruf-huruf lepas dan sambung. Dari situlah muncul ide untuk mencoba ditulis pada sebuah Styrofoam dan tentunya lebih lunak dan ringan dibanding dengan kayu/papan. Ada kelebihan dan kelemahan dalam proses pengerjaannya terutama dari peralatan yang digunakan. Sebagai pemula dalam mengukir di media Styrofoam, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini.
1. Perlu kehati-hatian pada saat menusukkan dan mengiris Styrofoam, jika dilakukan dengan asal-asalan sudah bisa  dipastikan hasilnya pun akan kurang  bagus,

2. Peralatan harus benar-benar tajam, ini penting karena jika pisau ukir tidak tajam maksimal maka akan menimbulkan goresan tidak rata mbradul (tidak beraturan Red),

3. Selalu jaga konsentrasi pada objek yang dihadapi, jangan sekali-kali teledor melakukan pengukiran tanpa memperhatikan mal/konsep awal, karen akan berdampak pada bentuk ukiran dan jika sudah telanjur terpotong atau teriris susah untuk disambung lagi.

Plang nama sebuah toko buku di Bandung


Yang bisa digambar ataupun dituliskan dengan media Styrofoam sebenarnya banyak, seperti papan nama sebuah tempat, toko, ruangan bahkan karangan bunga papan pun bisa dikreasikan dengan Styrofoam. Hanya saja pada kebanyakan orang kurang memanfaatkannya, pada sebagian orang lebih memilih media lain untuk yang digunakan. Mungkin karena terlalu rumit dan berkesan ringkih, sehingga jarang dijadikan alternatif sebagai bentuk seni.

Teras Baca Matic Pustaka

BERAWAL DARI ISENG DI RUMAH, MENDATANGKAN RUPIAH.

Sandal ukir Leksus_C21 Art

Matic Pustaka. Teringat pepatah lawas orangtua kita dahulu, "sopo wonge sing gelem telaten, bakalan nemoni panen." Begitulah lebih kurang kalimat yang bisa digambarkan pada salah seorang kawan dalam kesehariannya menekuni seni ukir bermedia sandal karet. Ia menghabiskan waktu luangnya selepas menjalani aktivitas sehari-hari di tempat kerjanya dengan menangkap peluang bisnis rumahan serta mencurahkan kemampuan jiwa seninya pada puluhan pasang sandal jepit digambar yang kemudian diukir sesuai dengan objek pilihan pelanggannya. Selain dilakoni sebagai sebuah hobby, ia juga menikmati kegiatan tersebut sebagai alternatif tambahan uang saku jajan putrinya. 

Awalnya hanya sebatas iseng, karena memang jiwa seni sudah mengalir sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Sambil bercengkerama bersama kedua anaknya, ia sempatkan mempromosikan hasil karyanya kepada khalayak umum melalui gawai yang dimilikinya, dengan harapan ada banyak di luaran sana yang berminat memesan produk yang digarapnya. Bapak dua orang anak ini selalu menyelesaikan pesanan sandal ukir dari para pemesan di waktu malam hari, selain anaknya sudah lebih dulu beristirahat, waktu malamlah yang tepat untuk berkarya dan munculnya ide-ide bagus. Walaupun tak jarang ia kerap kali mengerjakan di hari libur kerjanya. Ia lebih memilih menghabiskan waktu liburnya di rumah bersama keluarga daripada berlibur ke tempat-tempat wisata.

Dalam mengerjakan karyanya, peralatan yang digunakan pun masih terbilang sederhana. Hanya dengan menggunakan pisau cutter berbagai ukuran sebagai pengikis lapisan sandal, pinset untuk mengambil potongan-potongan daging sandal, serta pena/alat tulis untuk membuat desain gambar, ia sudah bisa membentuk sebuah objek. Peralatan yang sangat sederhana dan mudah didapatkan di pasaran. Hingga saat ini, produk sandal ukir yang dihasilkan lebih kurang sudah mencapai angka seratus. Sebuah angka yang cukup besar, karena sebuah kegiatan iseng yang memiliki nilai jual bagus. Untuk ke depannya sudah dilakukan study kelayakan pasar bahwa produk ini sangat menjanjikan jika ditekuni secara intensif. Baik dari pengembangan ide-ide maupun dari segi optimalisasi waktu. Ia pun sudah memiliki brand sendiri yang didapat dari komunitasnya. Ternyata para perajin sandal ukir sudah banyak di daerah-daerah seluruh nusantara, khususnya di pulau Jawa. Ini terbukti dengan adanya komunitas perajin sandal ukir.

Pesanan sandal ukir siap antar ke pemesan

Bagi para pecinta seni, bisa mencoba produk ukirannya sekalipun tidak untuk dipakai di kaki. Karena selain sandal ukir sebagai penanda kepemilikan empunya, ternyata sandal ukir juga bisa dipakai sebagai souvenir maupun hiasan dinding dengan objek beraneka macam. Seperti belum lama ini ia membuat sebuah ukiran dari sandal bergambar sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan. Wah, ini akan semakin menambah peluang bisnis rumahannya. Sebagai informasi awal, jika berminat memesan bisa menghubungi nomor kontak yang tertera di label produknya; WA. 081278317599 atau dengan melihat sampel produk yang selalu diunggah di sosial media miliknya di akun Facebook Leksus Abdullah, Instagram Leksus C21_Art. (Amd/MP)

Ide bisa muncul kapan saja

Tampilan blog maticpustaka.web.id

Matic Pustaka. Kembali lagi ide itu muncul ketika ada seseorang yang dengan terang-terangan menawarkan diri untuk ikut serta mendedikasikan diri di kegiatan sosial. Berawal dari melihat sebuah blog amatiran, kemudian memberikan komentar dan masukan-masukan untuk kemajuan peradaban melalui perpustakaan dan literasi. Egidius namanya, dia seorang karyawan swasta bagian kebersihan. Sedikit memiliki jiwa seni namun kurang disalurkan, sehingga hanya sebatas tumpukan ide-ide terbaik yang dimilikinya. Kebetulan sekali ketika berhadapan dengan sebuah PC memantengi blog amatiran, memberikan masukan mengenai desain dan konsep isi blog berikut dengan pengelolaan tata ruang sebuah perpustakaan. Ada sebuah ruangan sebagai tempat menyimpan barang-barang yang tidak aktif digunakan, hanya sesekali barang-barang itu dipakai. Gudang barang berada di depan ruang tamu rumah utama. Dulunya gudang itu difungsikan sebagai warung kelontongan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari para warga sekitar, namun karena pesatnya perkembangan zaman dan arus mobilisasi membuat persaingan semakin ketat, di mana dengan pemanfaatan teknologi canggih belanja semakin mudah dan praktis.  

Dikatakan juga untuk menata sebuah ruangan menjadi bentuk dan fungsi apapun yang diinginkan, tanpa harus memindahkan peralatan/barang yang ada di dalamnya itu adalah perkara mudah, yang terpenting adalah  action. Barang-barang yang sudah ada bisa didesain menjadi media tambahan untuk mempercantik ruangan tanpa menghilangkan fungsi barang tersebut. Misalnya saja panci, tanpa harus dibawa ke dapur tetap bisa digantung di tembok dengan ditempeli beberapa artikel/tips-tips ringan dengan bahasa dan tulisan yang menarik. Perlu dicoba ide bagusnya. Selain membahas tentang penataan ruang, sempat juga membicarakan kegiatan yang bakalan diisi ketika sudah ada perpustakaannya, mengajarkan keterampilan kepada adik-adik memanfaatkan barang bekas/limbah bisa menjadi pengisi kegiatan di perpustakaan yang hendak ditata. Termasuk menempelkan segala jenis kardus bekas ditempelkan di dinding ruangan akan menjadi pemandangan interior sebuah perpustakaan.

Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia

Senin, 21 Januari 2019

Taklim rutin hari Senin.

Hampir setiap pagi di awal pekan kampus ungu mengadakan kajian/taklim rutin bagi seluruh pegawai, baik itu pimpinan maupun staf dan dosen. Kajian rutin yang dilakukan oleh kampus ungu bertujuan untuk memupuk rasa keimanan dan meningkatkan ketaqwaan semua karyawan kepada Allah SWT. Hal ini penting, karena selama ini selain dibekali dengan pendidikan dibidang masing-masing, namun perlu dan sangat penting juga dengan berbekal ilmu-ilmu agama. Dihadirkan nara sumber dari beberapa ustadz dengan harapan bisa menambah bekal keimanan semua peserta yang hadir. Materi yang disajikan tentunya pula beragam, mulai dari Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqh, maupun tentang ilmu-ilmu sunnah lainnya. Para peserta diharapkan bisa mengikuti dari awal hingga akhir kegiatan, bahkan diberikan ruang tanya jawab/diskusi bagi peserta berkaitan dengan hal-hal yang belum dipahami agar lebih mantap dan jelas tentunya bagi semua.

Pada kesempatan ini, kajian rutin disampaikan oleh Oleh: Ustadz Malik Al-Faruq, dengan mengambil tema "Sebab-sebab yang bisa menjerumuskan manusia kepada kehidupan dunia"

Hadirin kaum muslimin wal muslimat rohimatulullah. Sesungguhnya Allah SWT hanya mau menerima amalan umatNya manakala memenuhi syarat. Adapun syarat diterimanya amalan manusia adalah dari keikhlasan dan ‘itiba dalam mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Allah berfirman dalam Surat Al-Mulk (67) : 2 yang artinya:  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. 
Di situ dijelaskan bahwa yang akan diterima oleh Allah SWT bukan banyaknya amal, akan tetapi baiknya (ikhlas) amal.


Kutipan materi taklim


1. Kebodohan (Jahiliyyah) 

Sesungguhnya ada dosa besar yang tidak diperhatikan atau disepelekan, sehingga membawa kepada siksa di neraka. Yaitu tidak bersih dalam melakukan istinja', kemudian yang kedua adalah melakukan namimah atau adu domba. Kedua hal ini terlihat sepele di kehidupan kita sehari-hari, namun memiliki dampak yang sangat besar jika kita tidak bisa menghindarinya. Oleh sebab iti perlunya kita berdiskusi saling mengingatkan dalam kebaikan inilah yang akan menghindarkan kita semua dari sengatan api neraka.  

2. Lalai

Kita diberikan lebih banyak waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, sudahkah waktu itu kita pergunakan sebaik-baiknya untuk porsi tepat beribadah kepada Allah? Masihkah kurang? Belum cukupkah waktu kita dalam sehari semalam 24 jam kita gunakan untuk beribadah dan melaksanakan hal-hal yang baik. Tentu saja kita masing-masing bisa mengoreksi terhadap kualitas waktu pada diri setiap individu. Selain ibadah fardhu yang menjadi kewajiban setiap muslim, ada beberapa ibadah sunnah muakkadah untuk menambah keimanan kepada Allah SWT, diantara ibadah sunnah yang dimaksud adalah sholat witir dan qiyamullail. Kedua ibadah sunnah ini bisa dijadikan sebagai barometer tingkat keimanan kita kepada Allah, setelah sukses menjalankan ibadah yang fardhu. 

3. Hawa Nafsu 

Sesungguhnya barang siapa bisa menahan hawa nafsunya dari yang bukan haknya, maka ia telah terhindar dari dosa dan maksiat. Al-Mu’minuun dan An-Nisa : 3 

4. Syahwat

Setiap manusia diberikan karunia berupa syahwat, daya ketertarikan terhadap lain jenis merupakan sifat manusiawi dan justeru manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dari penciptaan makhluk di muka bumi ini. Namun kesempurnaan ini bukanlah menjadi jalan menuju kemurkaan Allah, sebaliknya karunia yang diberikan berupa syahwat seharusnya digunakan pada tempat yang tepat sehingga bisa terhindar dari kemaksiatan.

Wallahu 'alam bish showwab


 
Support : KANG ERMAN | Johny Template | SIGER POS
Copyright © 2016. MATIC PUSTAKA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger